Foto : PRO - Ilustrasi
PEDULI RAKYAT ONLINE | TANJUNG MORAWA (DELI SERDANG) – Begini ceritanya……….
Musibah kebakaran di Tanjung Morawa kembali terjadi dan menghanguskan sejumlah tempat usaha warga.
Sebuah warung penyet dan stand penjualan pakaian serba Rp.35.000 diketahui ludes terbakar setelah dilalap si jago merah.
Peristiwa tersebut mengundang perhatian masyarakat sekitar karena api dengan cepat membesar dan menghanguskan seluruh bangunan beserta barang dagangan yang berada di dalamnya.
Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa kebakaran diketahui terjadi Senin 22 Juni 2026 sekira pukul 21.50 WIB, di Jalan Dahlan Tanjung Dusun IV, Desa Dagang Ketawan Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang,
Kejadian itu diketahui berawal dari salah seorang penjaga stand pakaian serba Rp 35 ribu yang diketahui bernama Muhamad Pebri Wardana (20) yang dalam hal ini melihat kepulan asap dari bagian belakang warung ayam penyet dan membesar sehingga merembet ke stand pakaian serba Rp 35 ribu.
Melihat kejadian ini, penjaga stand pakaian serba Rp 35 ribu itupun berteriak minta tolong.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut berupaya melakukan pemadaman secara manual sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Asap hitam tebal tampak membumbung tinggi ke udara, sementara api terus melalap bangunan yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.
Akibatnya, warung penyet yang selama ini menjadi tempat usaha kuliner masyarakat serta stand pakaian serba Rp35.000 tidak dapat diselamatkan dari amukan api.
Kerugian Ditaksir Mencapai Puluhan Juta Rupiah
Kebakaran tersebut tidak hanya menghanguskan bangunan, tetapi juga seluruh peralatan usaha, stok pakaian, perlengkapan dagang, meja, kursi, hingga peralatan memasak yang berada di lokasi kejadian.
Pemilik usaha diperkirakan mengalami kerugian material yang mencapai puluhan juta rupiah.
Hingga saat ini, pendataan kerugian masih terus dilakukan oleh pihak terkait untuk mengetahui nilai pasti kerusakan akibat kebakaran tersebut.
Petugas Damkar Berhasil Padamkan Api
Setelah menerima laporan dari masyarakat, beberapa unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi kejadian.
Petugas berjibaku memadamkan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Setelah dilakukan upaya pemadaman selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipastikan tidak lagi menyebar ke area sekitar.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Guna mengetahui kronologi dan sumber awal munculnya api, diketahui sejumlah saksi dimintai keterangan
Warga Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan, terutama terkait instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik, kompor, maupun bahan yang mudah terbakar.
Pemerintah dan petugas pemadam kebakaran juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko kerugian dapat diminimalkan.
Musibah kebakaran yang meludeskan warung penyet dan stand pakaian serba Rp35.000 tersebut menyisakan duka bagi pemilik usaha.
Meski tidak ada laporan korban jiwa, kerugian material yang ditimbulkan cukup besar dan menjadi pukulan berat bagi para pelaku usaha yang menggantungkan penghidupan dari aktivitas perdagangan tersebut. (red)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang
