Skip to content
11 Mei 2026
  • Facebook
  • Instagam
  • Tiktok
PEDULI RAKYAT ONLINE

PEDULI RAKYAT ONLINE

Dari Dan Untuk Rakyat

cropped-cropped-cropped-cropped-Lowongan-Press-PRO-1.webp
Primary Menu
  • Home PRO
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • DAERAH
    • SUMUT
      • MEDAN
      • DELI SERDANG
      • SERDANG BEDAGAI
      • TEBING TINGGI
      • KISARAN
      • TANJUNGBALAI
      • LABURA
      • LABUHANBATU
      • LABUSEL
      • PALAS
      • PALUTA
      • MADINA
      • P SIDEMPUAN
      • TAPSEL
      • BINJAI
      • LANGKAT
      • DAIRI
      • KARO
      • PAK-PAK BHARAT
      • P SIANTAR
      • SIMALUNGUN
      • TOBA
      • SAMOSIR
      • HUMBAHAS
      • TAPUT
      • SIBOLGA
      • TAPTENG
      • GUNUNG SITOLI
        • NIAS
        • NIAS BARAT
        • NISEL
        • NIAS UTARA
  • HUKUM | KRIMINAL
    • HUKUM
    • KORUPSI
    • KRIMINAL
  • PERISTIWA
  • ADHIYAKSA
  • TRIBRATA
  • OPINI
  • POLITIK
  • EKONOMI | BISNIS
  • PENDIDIKAN
  • OLAHRAGA
  • KESEHATAN
  • RAGAM
    • LITERASI SISWA
    • KAMERA PRO
    • YOU TUBE PRO
Channel Youtube PRO
  • Home
  • PERISTIWA
  • Drone Rusia Picu Kebakaran Gereja Bersejarah di Ukraina
  • INTERNASIONAL
  • PERISTIWA

Drone Rusia Picu Kebakaran Gereja Bersejarah di Ukraina

AdminPRO 25 Maret 2026 2 minutes read
Drone Rusia Pemicu Kebakaran Gereja Bersejarah di Ukraina

Foto : PRO/Ilustrasi

PRO.com | Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas.

Di tengah belum meredanya perang yang hingga kini masih berlangsung itu, pada serangan terbaru dilaporkan memicu kebakaran hebat yang melanda sebuah gereja bersejarah di wilayah Ukraina.

Serangan tersebut diduga dilakukan menggunakan drone militer Rusia yang menargetkan area sipil dan infrastruktur non-militer.

Kebakaran yang terjadi tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga mengancam warisan budaya yang telah berdiri selama puluhan hingga ratusan tahun.

Peristiwa ini menambah panjang daftar kerusakan akibat perang, yang sebelumnya juga menyasar fasilitas energi, permukiman warga, hingga tempat ibadah.

Dalam beberapa bulan terakhir, serangan drone menjadi salah satu taktik utama dalam konflik kedua negara.

Bahkan, serangan drone dilaporkan kerap memicu kebakaran besar di berbagai titik strategis.

Diketahui, kebakaran di gereja tersebut sempat sulit dipadamkan karena skala kerusakan yang cukup luas.

Warga sekitar berusaha menyelamatkan diri, sementara tim darurat dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke bangunan lain.

Konflik Rusia-Ukraina sendiri terus menunjukkan eskalasi signifikan, terutama dengan meningkatnya penggunaan drone dan serangan terhadap infrastruktur vital.

Sebelumnya, serangan serupa juga menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas energi dan memicu krisis listrik yang berdampak pada ratusan ribu warga.

Hingga kini, belum ada tanda-tanda gencatan senjata permanen.

Upaya diplomasi yang melibatkan sejumlah negara besar juga belum membuahkan hasil signifikan.

Situasi ini memicu kekhawatiran global akan potensi konflik yang semakin meluas.

Insiden kebakaran gereja bersejarah ini pun menjadi simbol baru dari dampak perang yang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan nilai-nilai budaya dan kemanusiaan.

Dunia internasional kembali mendesak agar konflik segera dihentikan sebelum kerusakan yang terjadi semakin tak terkendali.

Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, serangan drone Rusia menghantam sejumlah wilayah Ukraina, termasuk kota Lviv yang berada di dekat perbatasan Polandia.

Serangan tersebut memicu kebakaran pada bangunan yang terhubung dengan Gereja St. Andreas yang berasal dari abad ke-17 dan tercatat sebagai bagian dari situs warisan dunia UNESCO.

Selain Lviv, serangan udara juga terjadi di beberapa wilayah lain seperti Donetsk, Vinnytsia, Dnipro, dan Kyiv.

Serangan menggunakan drone Shahed rancangan Iran serta rudal jelajah dilaporkan menimbulkan korban luka dan korban jiwa serta merusak infrastruktur sipil.Konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun menunjukkan eskalasi serangan udara dalam beberapa pekan terakhir, sementara upaya perundingan belum menghasilkan kesepakatan gencatan senjata. (red)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

Renungan :

“Ketika kamu sedang berjuang, yang kamu harus tahu bahwa perjuanganmu saat ini akan terbayar suatu saat nanti.”

About the Author

AdminPRO

Administrator

Visit Website View All Posts
Bagikan Ke :
Tags: IranPerangUkraina

Post navigation

Previous: Tidak Sarapan Bisa Picu Stres hingga Depresi
Next: Seorang Mahasiswi Keperawatan Ditemukan Tewas Tergantung di Penginapan Tanjung Morawa

Related Stories

Mohon Perlindungan dan Penegakan Hukum atas Dugaan Kriminalisasi, Kuasa Hukum Kusay Layangkan Surat kepada Kapolresta Deli Serdang
  • DELI SERDANG
  • HUKUM
  • PERISTIWA
  • TRIBRATA

Mohon Perlindungan dan Penegakan Hukum atas Dugaan Kriminalisasi, Kuasa Hukum Kusay Layangkan Surat kepada Kapolresta Deli Serdang

AdminPRO 3 Mei 2026
Tidak Terbukti Mencuri, Kusay Diduga Dikondisikan hingga Ditangkap dalam Kasus Narkoba
  • DELI SERDANG
  • PERISTIWA

Tidak Terbukti Mencuri, Kusay Diduga Dikondisikan hingga Ditangkap dalam Kasus Narkoba

AdminPRO 30 April 2026
Muncul Berbagai Spekulasi Di Tengah Masyarakat, Kades Pasar Melintang (Daeid Sagala) Bungkam ditanya soal Rincian Sana Penggunaan APBDes 2025
  • DELI SERDANG
  • PERISTIWA

Muncul Berbagai Spekulasi Di Tengah Masyarakat, Kades Pasar Melintang (David Sagala) Bungkam ditanya soal Rincian Dana Penggunaan APBDes 2025

AdminPRO 30 April 2026
Iklan Mitra
Jumlah Pengunjung28
  • REDAKSI PRO
  • Pedoman Media Siber
  • Kebijakan Privasi
  • Facebook
  • Instagam
  • Tiktok
Copyright © PRO 2026 | MoreNews by AF themes.