Usut Tuntas Kasus Aktivis KontraS Disiram Air Keras. (Foto : PTO/Ilustrasi)
-
Polisi Ungkap Identitas Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Wajah Terekam Jelas
-
4 Prajurit TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Andrie Yunus
PRO.com | Medan – Begini ceritanya……….
Kasus penyiraman air keras terhadap seorang aktivis dari organisasi hak asasi manusia (KontraS) kembali menjadi sorotan publik.
Sejumlah aktivis di Sumatera Utara (Sumut) angkat bicara dan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas peristiwa yang dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan berekspresi dan perlindungan terhadap pejuang hak asasi manusia di Indonesia.
Nugroho Wicaksono, salah seorang aktivis di Sumut menilai tindakan kekerasan tersebut tidak hanya menyasar individu, tetapi juga berpotensi melemahkan gerakan advokasi masyarakat sipil.
Aktivis yang tergabung di Persaudaraan 98 Sumut itu meminta kepolisian bertindak cepat, transparan, dan profesional agar pelaku dapat segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku.
Menurut nya, kasus ini harus menjadi perhatian nasional.
Dalam hal ini, aktivis Persaudaraan 98 Sumut itu mengingatkan bahwa serangan terhadap aktivis bukanlah hal baru di Indonesia, sehingga penegakan hukum yang tegas sangat dibutuhkan untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Ini bukan sekadar tindak kriminal biasa. Ini menyangkut rasa aman bagi para aktivis yang bekerja membela kepentingan publik,” ujar Nugroho Wicaksono yang menjabat Wakil Ketua DPD Persaudaraan 98 Sumut itu.
Ia juga menegaskan bahwa negara memiliki tanggung jawab untuk melindungi setiap warga negara, termasuk para pembela hak asasi manusia.
Desakan publik pun semakin menguat di berbagai platform media social yang dalam hal ini meminta aparat keamanan mengungkap motif di balik serangan tersebut, sekaligus memastikan proses hukum berjalan terbuka.
Tagar terkait kasus ini bahkan mulai ramai diperbincangkan dan menjadi perhatian warganet yang dalam hal ini menyatakan solidaritas terhadap korban.
Mereka juga mendorong adanya evaluasi serius terhadap sistem perlindungan bagi aktivis di Indonesia agar kejadian kekerasan tidak kembali terjadi di masa depan.
Kasus ini diharapkan menjadi momentum bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan komitmen dalam menegakkan keadilan serta menjaga ruang demokrasi tetap aman bagi seluruh warga negara.

-
Polisi Ungkap Identitas Penyiram Air Keras Andrie Yunus, Wajah Terekam Jelas
Untk dketahui, Polisi mengungkap identitas dua orang yang diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koodinator KontraS Andrie Yunus.
Dilansir dari Kompas.com, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya (Kombes Pol Iman Imanudin) menunjukkan foto kedua terduga pelaku yang wajahnya terekam kamera CCTV.
“Kami menduga bahwa dua orang yang kami tunjukkan dari satu data Polri inisial BHC dan inisial MAK,” kata Iman dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Rabu (18/3/2026).
Iman menegaskan, wajah kedua pelaku tampak jelas tanpa ada pengolahan tambahan menggunakan kecerdasan buatan.
Berdasarkan hasil penelusuran CCTV, polisi menduga pelaku lebih dari empat orang.
“Namun demikian dari hasil penyelidikan tidak menutup kemungkinan juga pelaku ada lebih dari empat sebagaimana disebutkan sebelumnya,” jelas dia.
-
4 Prajurit TNI Diduga Terlibat Penyiraman Air Keras Aktivis Kontras Andrie Yunus
Sementara itu, dilansir dari Kompas.com diketahui, sebanyak empat prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) diduga terlibat dalam aksi penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
“Tadi pagi saya menerima, empat orang yang diduga tersangka melakukan kegiatan penganiayaan terhadap saudara Andri Yunus,” ujar Danpuspom TNI Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Yusri Nuryanto dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Keempat prajurit tersebut sudah diamankan dan ditahan di Pomdam Jaya.
Namun, Yusri belum mengumumkan peran dan motif penyiraman air keras terhadap aktivis tersebut.
“Jadi kita masih mendalami motifnya,” tegasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Senen, Jakarta Pusat.
Saat melintas di lokasi, dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor diduga Honda Beat keluaran tahun 2016 hingga 2021 menghampiri korban dari arah berlawanan di Jalan Talang (Jembatan Talang).
Pelaku pertama yang bertindak sebagai pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm berwarna hitam.
Sementara itu, pelaku kedua yang duduk di belakang mengenakan penutup wajah atau masker menyerupai buff berwarna hitam yang menutupi setengah wajah, kaos biru tua, serta celana panjang biru yang dilipat hingga pendek dan diduga berbahan jeans.
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuh korban. Andrie.
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh, termasuk mata, wajah, dada, dan tangan.
Berdasarkan diagnosis awal tim dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, korban mengalami luka bakar pada sekitar 24 persen tubuhnya.
Dalam hal ini, Koordinator Badan Pekerja KontraS (Dimas Bagus Arya) mengatakan, peristiwa itu terjadi setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta.
Akibat penyiraman tersebut, Andrie Yunus harus menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. (red)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
Hukum bukan sekadar pasal dan angka. Ia adalah suara nurani yang dilembagakan.
