Skip to content
21 Oktober 2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Instagram
PEDULI RAKYAT ONLINE

PEDULI RAKYAT ONLINE

Dari Dan Untuk Rakyat

Connect with Us

  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Instagram
Primary Menu
  • Home
  • DAERAH
    • MEDAN
    • DELI SERDANG
    • SERDANG BEDAGAI
    • TEBING TINGGI
    • KISARAN
    • TANJUNGBALAI
    • LABURA
    • LABUHANBATU
    • LABUSEL
    • PALUTA
    • PALAS
    • MADINA
    • P SIDEMPUAN
    • TAPSEL
    • BINJAI
    • LANGKAT
    • KARO
    • DAIRI
    • PAK-PAK BHARAT
    • P SIANTAR
    • SIMALUNGUN
    • TOBA
    • SAMOSIR
    • HUMBAHAS
    • TAPUT
    • SIBOLGA
    • TAPTENG
    • GUNUNG SITOLI
    • NIAS
    • NISEL
    • NIAS BARAT
    • NIAS UTARA
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • ADHIYAKSA
  • TRIBRATA
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KORUPSI
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • RAGAM
    • POLITIK
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI | BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • LITERASI SISWA
    • KAMERA PRO
  • YOU TUBE
Light/Dark Button
YOUTUBE PRO
  • MEDAN
  • NASIONAL
  • OPINI

Tinjauan Hukum Terhadap Pengeluaran Lahan Eks HGU PTPN II Tanjung Morawa, Jadi Sorotan Isu Agraria Nasional

AdminPRO 4 Juni 2026 3 minutes read
Tinjauan Hukum Terhadap Pengeluaran Lahan Eks HGU PTPN II, Jadi Sorotan Isu Agraria Nasional (1)

Foto : PRO/Ilustrasi

PRO.com | MEDAN – Begini ceritanya……….

Persoalan pengeluaran lahan eks Hak Guna Usaha (HGU) milik PT Perkebunan, khususnya  PT Perkebunan Nusantara II (PTPN II) yang kini menjadi PTPN I Regional 1 itu kembali menjadi perhatian berbagai kalangan.

Isu ini tidak hanya menyangkut aspek administrasi pertanahan, tetapi juga berkaitan dengan kepastian hukum, tata kelola aset negara, reforma agraria, serta hak masyarakat atas tanah.

Dalam perspektif hukum agraria, lahan yang masa berlaku HGU nya telah berakhir pada prinsipnya kembali menjadi tanah yang dikuasai langsung oleh negara.

Namun dalam praktiknya, proses penetapan status, pelepasan, pengeluaran, maupun pengelolaan lahan eks HGU sering kali memunculkan berbagai polemik yang melibatkan masyarakat, pemerintah, badan usaha, hingga pihak-pihak yang mengklaim memiliki hak atas tanah tersebut.

Para pakar hukum pertanahan menilai bahwa setiap kebijakan terkait pengeluaran lahan eks HGU harus memiliki dasar hukum yang jelas, transparan, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Hal ini penting untuk menghindari munculnya sengketa agraria, konflik pertanahan, maupun dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan aset negara.

Dasar Hukum Pengelolaan Lahan Eks HGU

Secara normatif, HGU merupakan hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai negara dalam jangka waktu tertentu guna kepentingan usaha pertanian, perkebunan, perikanan, maupun peternakan.

Setelah hak tersebut berakhir dan tidak diperpanjang atau diperbarui, maka tanah kembali berada dalam penguasaan negara.

Dalam konteks lahan eks HGU PTPN II, berbagai kalangan menilai bahwa setiap kebijakan pengeluaran lahan harus memperhatikan aspek legalitas, kepentingan negara, kepentingan masyarakat, serta prinsip keadilan agraria.

Oleh karena itu, proses pengeluaran lahan tidak dapat dilakukan secara sepihak tanpa mekanisme hukum yang dapat dipertanggungjawabkan.

Potensi Sengketa dan Konflik Agraria

Persoalan lahan eks HGU PTPN II selama ini menjadi salah satu isu agraria yang paling banyak diperbincangkan, khususnya di Sumatera Utara.

Sejumlah masyarakat mengaku memiliki keterkaitan historis maupun sosial dengan tanah yang kini berstatus eks HGU.

Di sisi lain, terdapat pula kepentingan pemerintah dan berbagai pihak yang mengacu pada dokumen maupun kebijakan resmi terkait pemanfaatan lahan tersebut.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan apabila tidak disertai dengan kepastian hukum yang jelas.

Para pemerhati agraria menilai bahwa transparansi dalam proses pengeluaran lahan menjadi faktor penting guna mencegah munculnya sengketa berkepanjangan yang dapat merugikan masyarakat maupun negara.

Pentingnya Kepastian Hukum

Menurut sejumlah ahli hukum, prinsip kepastian hukum harus menjadi landasan utama dalam setiap kebijakan pertanahan.

Seluruh proses yang berkaitan dengan pengeluaran lahan eks HGU PTPN II perlu didukung oleh dokumen hukum yang sah, prosedur administrasi yang benar, serta pengawasan yang ketat dari instansi berwenang.

Selain itu, keterbukaan informasi kepada publik dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan bahwa pengelolaan lahan negara dilakukan secara akuntabel dan sesuai dengan prinsip tata pemerintahan yang baik.

Bagian dari Reforma Agraria

Isu pengeluaran lahan eks HGU PTPN II juga tidak dapat dipisahkan dari agenda reforma agraria nasional.

Banyak pihak berharap agar tanah yang telah kembali menjadi penguasaan negara dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat, pembangunan daerah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Karena itu, berbagai elemen masyarakat terus mendorong pemerintah agar mengambil langkah yang berkeadilan, transparan, dan sesuai hukum dalam menyelesaikan persoalan lahan eks HGU.

Dengan demikian, kepastian hukum dapat terwujud sekaligus mencegah munculnya konflik agraria baru di masa mendatang. (red)

Penulis : Antonius Sitanggang

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

 

Share
Tweet
Send
Send

Post navigation

Previous: Dengan Tuduhan Tidak Mengembalikan Mobil Yang Dipinjam, Seorang Ibu Laporkan Anak Tirinya ke Polisi
Next: Dituntut Terbukti Bersalah, Empat Terdakwa Korupsi Penjualan Aset PTPN ke Citraland Divonis Bebas

BERITA TERKAIT

DOKUMEN, JAWABAN, DAN TEKANAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • MEDAN
  • OPINI
  • YOU TUBE

Dokumen, Jawaban, Dan Tekanan [Antara Maling Dan Koruptor Di Balik Proses Hukum – Part 2]

AdminPRO 19 Oktober 2026
Dua Dunia, Dua Perkara - Antara Maling Dan Koruptor
  • HUKUM & KRIMINAL
  • MEDAN
  • OPINI
  • YOU TUBE

Dua Dunia – Dua Perkara | Antara Maling Dan Koruptor Di Balik Proses Hukum [Part-1]

AdminPRO 14 Oktober 2026
2 Hari Dilantik, Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati dan Pamen, Salah Satunya Kapolda Sumut
  • NASIONAL
  • TRIBRATA
  • YOU TUBE

2 Hari Dilantik, Kapolri Suyudi Mutasi 88 PATI Dan PAMEN, Kapolda Sumut Kini Dijabat Sonny Irawan

AdminPRO 10 Oktober 2026

TOP NEWS

  • Massa Tuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset, DPR RI Janji Paling Lambat 15 Desember 2026 - 23 views
  • Menatap Indonesia Di Usia 81 Tahun - 14 views
  • Pertaruhkan Jabatan, Pimpinan DPR RI Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan hingga 15 Desember 2026 - 14 views
  • Jika Rakyat Masih Kehilangan Ruang Hidup di Negerinya Sendiri, Apakah Makna Kemerdekaan Indonesia Masih Utuh? - 8 views
  • Proses Hukum Atas LP Nomor: STTPL/B/30/V/2025 Masih Berproses di Kejari Deli Serdang dan Tersangka Disebut Tidak Pernah Ditahan, PPKS “Namingon Sada” Tuntut Keadilan dan Kepastian Hukum - 7 views
  • Dua Dunia – Dua Perkara | Antara Maling Dan Koruptor Di Balik Proses Hukum [Part-1] - 6 views
  • Puluhan Tahun Mengusahai dan Menguasai Lahan Untuk Penghidupan, Hak Rakyat atas Lahan Eks HGU PTPN II Tanjung Morawa di Desa Dagang Kerawan Diduga Terancam Dirampas - 5 views
  • Teror Berulang Yang Mengusik Rasa Aman, Polisi Kemana? - 4 views
  • Dapatkah Petugas BNN dan Reskrim Narkoba Memberantas Kejahatan Narkoba di Sumut? Publik Menunggu Langkah Nyata - 4 views
  • Akankah Pakta Integritas Kejati & Polda Sumut Berjalan Konsisten Dalam Praktik Penegakan Hukum di Sumut? - 3 views
Dilihat 0 kali
  • REDAKSI PRO
  • Pedoman Media Siber
  • Contact
  • About
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Instagram
Copyright © Peduli Rakyat Online 2026 | MoreNews by AF themes.