Foto : PRO/Ilustrasi
PRO.com | MOSKOW – Begini ceritanya……….
Perang melawan Iran, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mempertimbangkan untuk menambah pasukan AS di Timur Tengah.
Demikian laporan The Wall Street Journal yang mengutip sumber-sumber pertahanan..
Dilansir dari Antaranews.com yang bersumber dari Sputnik, Departemen Pertahanan AS mengkaji opsi untuk mengirim hingga 10.000 prajurit darat tambahan ke kawasan itu untuk memberikan lebih banyak opsi militer kepada presiden.
Menurut laporan tersebut pada Kamis (26/3), langkah itu diambil di tengah kemungkinan pembicaraan damai dengan Iran.
Pasukan tambahan itu akan mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja, yang akan diperkuat oleh sekitar 5.000 marinir dan beberapa ribu prajurit penerjun payung yang telah menerima perintah penempatan ke Timur Tengah.
Namun, masih belum jelas ke wilayah mana pasukan tersebut akan ditempatkan.
Menurut laporan itu, pasukan tambahan kemungkinan akan ditempatkan di sekitar Iran dan Pulau Kharg.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
AS dan Israel awalnya menyatakan serangan “pencegahan” itu diperlukan untuk menghadapi ancaman dari program nuklir Iran. Namun, belakangan mereka menegaskan keinginan melihat perubahan kekuasaan di negara itu. (red)
Sumber: Sputnik/Antara
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan:
“Keadilan akan selalu ditegakkan. Pilihlah untuk bertanggung jawab atas pilihanmu.”
