Skip to content
21 Oktober 2026
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Instagram
PEDULI RAKYAT ONLINE

PEDULI RAKYAT ONLINE

Dari Dan Untuk Rakyat

Connect with Us

  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Instagram
Primary Menu
  • Home
  • DAERAH
    • MEDAN
    • DELI SERDANG
    • SERDANG BEDAGAI
    • TEBING TINGGI
    • KISARAN
    • TANJUNGBALAI
    • LABURA
    • LABUHANBATU
    • LABUSEL
    • PALUTA
    • PALAS
    • MADINA
    • P SIDEMPUAN
    • TAPSEL
    • BINJAI
    • LANGKAT
    • KARO
    • DAIRI
    • PAK-PAK BHARAT
    • P SIANTAR
    • SIMALUNGUN
    • TOBA
    • SAMOSIR
    • HUMBAHAS
    • TAPUT
    • SIBOLGA
    • TAPTENG
    • GUNUNG SITOLI
    • NIAS
    • NISEL
    • NIAS BARAT
    • NIAS UTARA
  • INTERNASIONAL
  • NASIONAL
  • ADHIYAKSA
  • TRIBRATA
  • HUKUM & KRIMINAL
  • KORUPSI
  • PERISTIWA
  • OPINI
  • RAGAM
    • POLITIK
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI | BISNIS
    • KESEHATAN
    • OLAHRAGA
    • LITERASI SISWA
    • KAMERA PRO
  • YOU TUBE
Light/Dark Button
YOUTUBE PRO
  • MEDAN
  • NASIONAL
  • POLITIK

Jika Hukum Ditegakkan dengan Ketakutan, Negara Akan Rapuh:

AdminPRO 7 April 2026 2 minutes read
Jika Hukum Ditegakkan dengan Ketakutan, Negara Akan Rapuh

Foto : PRO/Ilustrasi

PRO.com | MEDAN – Begini ceritanya……….

Ungkapan “Jika hukum ditegakkan dengan ketakutan, negara akan rapuh” menjadi sorotan dan memantik diskusi luas di tengah masyarakat.

Sejumlah pengamat hukum menilai bahwa penegakan hukum yang didasarkan pada rasa takut, tekanan, atau kepentingan tertentu justru berpotensi merusak sendi-sendi keadilan.

Hukum seharusnya ditegakkan secara objektif, transparan, dan berlandaskan kebenaran, bukan intimidasi.

Klik dan Tonton : Jika Hukum Ditegakkan dengan Kebenaran, Negara Akan Kuat

Thomas Tarigan,SH, seorang praktisi hukum menyebutkan bahwa ketakutan dalam penegakan hukum bisa muncul dari berbagai faktor, mulai dari intervensi kekuasaan hingga lemahnya integritas aparat penegak hukum.

“Jika aparat menegakkan hukum karena takut pada tekanan, bukan karena keadilan, maka hukum kehilangan maknanya. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuat negara menjadi rapuh,” ujarnya.

Fenomena ini dinilai dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Masyarakat akan merasa tidak mendapatkan perlindungan yang adil jika hukum diterapkan secara tidak konsisten.

Selain itu, ketidakpastian hukum juga dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk investasi, stabilitas sosial, hingga keamanan nasional.

Negara yang kuat adalah negara yang memiliki sistem hukum yang adil dan dapat dipercaya.

Sementara itu, Nugroho Wicaksono, seorang aktivis yang menjabat Wakil Ketua Persaudaraan 98 Sumatera Utara, menekankan pentingnya reformasi berkelanjutan dalam sistem penegakan hukum, termasuk peningkatan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas aparat.

“Hukum harus ditegakkan dengan keberanian dan integritas, bukan dengan rasa takut. Di situlah letak kekuatan sebuah negara hukum,” tambahnya.

Isu ini menjadi pengingat bahwa supremasi hukum adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan negara.

Tanpa keadilan yang ditegakkan secara benar, stabilitas dan kepercayaan publik akan terus tergerus. (red)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang

Renungan:

Jadilah penegak hukum yang ditakuti para pelaku kejahatan, bukan ditakuti oleh rakyat.

Share
Tweet
Send
Send

Post navigation

Previous: Bukti Nyata Kepedulian Polri, Sat Narkoba Polresta Deli Serdang Santuni Anak Yatim Piatu di Lubuk Pakam
Next: SMSI Deli Serdang Resmi Dilantik! Fokus Bangun Bangsa dan Cerdaskan Rakyat

BERITA TERKAIT

DOKUMEN, JAWABAN, DAN TEKANAN
  • HUKUM & KRIMINAL
  • MEDAN
  • OPINI
  • YOU TUBE

Dokumen, Jawaban, Dan Tekanan [Antara Maling Dan Koruptor Di Balik Proses Hukum – Part 2]

AdminPRO 19 Oktober 2026
Dua Dunia, Dua Perkara - Antara Maling Dan Koruptor
  • HUKUM & KRIMINAL
  • MEDAN
  • OPINI
  • YOU TUBE

Dua Dunia – Dua Perkara | Antara Maling Dan Koruptor Di Balik Proses Hukum [Part-1]

AdminPRO 14 Oktober 2026
2 Hari Dilantik, Kapolri Suyudi Mutasi 88 Pati dan Pamen, Salah Satunya Kapolda Sumut
  • NASIONAL
  • TRIBRATA
  • YOU TUBE

2 Hari Dilantik, Kapolri Suyudi Mutasi 88 PATI Dan PAMEN, Kapolda Sumut Kini Dijabat Sonny Irawan

AdminPRO 10 Oktober 2026

TOP NEWS

  • Massa Tuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset, DPR RI Janji Paling Lambat 15 Desember 2026 - 23 views
  • Menatap Indonesia Di Usia 81 Tahun - 14 views
  • Pertaruhkan Jabatan, Pimpinan DPR RI Siap Mundur Jika RUU Perampasan Aset Tak Disahkan hingga 15 Desember 2026 - 14 views
  • Jika Rakyat Masih Kehilangan Ruang Hidup di Negerinya Sendiri, Apakah Makna Kemerdekaan Indonesia Masih Utuh? - 8 views
  • Proses Hukum Atas LP Nomor: STTPL/B/30/V/2025 Masih Berproses di Kejari Deli Serdang dan Tersangka Disebut Tidak Pernah Ditahan, PPKS “Namingon Sada” Tuntut Keadilan dan Kepastian Hukum - 7 views
  • Dua Dunia – Dua Perkara | Antara Maling Dan Koruptor Di Balik Proses Hukum [Part-1] - 6 views
  • Puluhan Tahun Mengusahai dan Menguasai Lahan Untuk Penghidupan, Hak Rakyat atas Lahan Eks HGU PTPN II Tanjung Morawa di Desa Dagang Kerawan Diduga Terancam Dirampas - 5 views
  • Teror Berulang Yang Mengusik Rasa Aman, Polisi Kemana? - 4 views
  • Dapatkah Petugas BNN dan Reskrim Narkoba Memberantas Kejahatan Narkoba di Sumut? Publik Menunggu Langkah Nyata - 4 views
  • Akankah Pakta Integritas Kejati & Polda Sumut Berjalan Konsisten Dalam Praktik Penegakan Hukum di Sumut? - 3 views
Dilihat 0 kali
  • REDAKSI PRO
  • Pedoman Media Siber
  • Contact
  • About
  • Privacy Policy
  • Facebook
  • Twitter
  • Youtube
  • Instagram
Copyright © Peduli Rakyat Online 2026 | MoreNews by AF themes.