Foto : PRO/Ilustrasi)
PRO.com | JAKARTA – Begini ceritanya……….
Ketegangan geopolitik di kawasan Asia Timur kembali meningkat tajam.
Di saat hubungan diplomatik berada pada titik terendah, Jepang dilaporkan mulai mengerahkan sistem rudal jarak jauh di wilayah strategis yang berdekatan dengan China.
Rudal-rudal tersebut dipasang di Kumamoto di wilayah selatan Kyushu. Jepang berupaya memperkuat kapasitas militernya seiring dengan meningkatnya aktivitas angkatan laut China di Laut China Timur.
Saat itu, Selasa (31/3/2026), dilansir dari AFP, Menteri Pertahanan Jepang (Shinjiro Koizumi) menuturkan, kemampuan pertahanan jarak jauh memungkinkan kita untuk melawan ancaman pasukan musuh yang mencoba menyerang Negara, sambil memastikan keselamatan personelnya yang kesemuanya itu adalah inisiatif yang sangat penting untuk memperkuat kemampuan pencegahan dan respons Jepang.
Sistem rudal berpemandu permukaan-ke-kapal memiliki jangkauan sekitar 1.000 kilometer (620 mil).
Sebagian wilayah daratan China dapat dijangkau, termasuk Shanghai yang berada 900 kilometer (km) dari Kumamoto.
Seperti diketahui, Jepang telah lama memiliki kebijakan untuk menggunakan militernya hanya untuk membela diri dalam arti yang paling ketat.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, Tokyo secara bertahap membangun kapasitas pertahanannya seiring dengan meningkatnya aktivitas militer negara-negara tetangga di kawasan tersebut, termasuk China, Rusia, dan Korea Utara (Korut).
Pada tahun 2022, Jepang menyetujui rencana untuk mengerahkan rudal dengan kemampuan serangan balik. Ini untuk mengurangi ketergantungan ke pertahanan rudal balistik, sebagaimana dimuat buku putih negeri itu.
Hubungan Jepang dengan China memburuk dalam beberapa bulan terakhir setelah Perdana Menteri (PM) Sanae Takaichi mengisyaratkan pada bulan November bahwa Tokyo dapat melakukan intervensi militer dalam serangan apa pun terhadap Taiwan yang berdaulat.
China memandang Taiwan sebagai wilayahnya dan tidak mengesampingkan kemungkinan merebutnya dengan kekerasan.
Para kritikus menilai, langkah Tokyo untuk mengerahkan rudal dapat menjadikan daerah tersebut sebagai target serangan musuh.
Selain faktor keamanan, ketegangan antara Jepang dan China juga berdampak pada sektor ekonomi dan perdagangan.
Kedua negara yang selama ini memiliki hubungan dagang yang kuat berpotensi mengalami gangguan jika konflik terus meningkat.
Situasi ini pun menjadi perhatian dunia internasional.
Sejumlah pihak mendesak kedua negara untuk menahan diri dan mengedepankan dialog diplomatik guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Dengan kondisi hubungan yang semakin memburuk, langkah Jepang mengerahkan rudal jarak jauh di dekat China menjadi sinyal kuat bahwa dinamika geopolitik di Asia Timur tengah memasuki fase yang lebih sensitif dan penuh ketidakpastian.
Awal bulan ini, media lokal melaporkan bahwa pasukan darat Jepang mengirimkan peluncur rudal ke Kumamoto tanpa memperingatkan masyarakat setempat, yang mendorong puluhan penentang untuk melakukan protes di depan pangkalan militer setempat. (red)
Sumber : CNBC Indonesia
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Jangan biarkan amarah dan dendam menguasai dirimu. Pilih kedamaian dan maaf.”
