Foto : PRO/Ilustrasi
PRO.com | Konflik antara Rusia dan Ukraina kembali memanas.
Di tengah belum meredanya perang yang hingga kini masih berlangsung itu, pada serangan terbaru dilaporkan memicu kebakaran hebat yang melanda sebuah gereja bersejarah di wilayah Ukraina.
Serangan tersebut diduga dilakukan menggunakan drone militer Rusia yang menargetkan area sipil dan infrastruktur non-militer.
Kebakaran yang terjadi tidak hanya merusak bangunan fisik, tetapi juga mengancam warisan budaya yang telah berdiri selama puluhan hingga ratusan tahun.
Peristiwa ini menambah panjang daftar kerusakan akibat perang, yang sebelumnya juga menyasar fasilitas energi, permukiman warga, hingga tempat ibadah.
Dalam beberapa bulan terakhir, serangan drone menjadi salah satu taktik utama dalam konflik kedua negara.
Bahkan, serangan drone dilaporkan kerap memicu kebakaran besar di berbagai titik strategis.
Diketahui, kebakaran di gereja tersebut sempat sulit dipadamkan karena skala kerusakan yang cukup luas.
Warga sekitar berusaha menyelamatkan diri, sementara tim darurat dikerahkan untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke bangunan lain.
Konflik Rusia-Ukraina sendiri terus menunjukkan eskalasi signifikan, terutama dengan meningkatnya penggunaan drone dan serangan terhadap infrastruktur vital.
Sebelumnya, serangan serupa juga menyebabkan kerusakan besar pada fasilitas energi dan memicu krisis listrik yang berdampak pada ratusan ribu warga.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda gencatan senjata permanen.
Upaya diplomasi yang melibatkan sejumlah negara besar juga belum membuahkan hasil signifikan.
Situasi ini memicu kekhawatiran global akan potensi konflik yang semakin meluas.
Insiden kebakaran gereja bersejarah ini pun menjadi simbol baru dari dampak perang yang tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga menghancurkan nilai-nilai budaya dan kemanusiaan.
Dunia internasional kembali mendesak agar konflik segera dihentikan sebelum kerusakan yang terjadi semakin tak terkendali.
Sementara itu, dilansir dari Kompas.com, serangan drone Rusia menghantam sejumlah wilayah Ukraina, termasuk kota Lviv yang berada di dekat perbatasan Polandia.
Serangan tersebut memicu kebakaran pada bangunan yang terhubung dengan Gereja St. Andreas yang berasal dari abad ke-17 dan tercatat sebagai bagian dari situs warisan dunia UNESCO.
Selain Lviv, serangan udara juga terjadi di beberapa wilayah lain seperti Donetsk, Vinnytsia, Dnipro, dan Kyiv.
Serangan menggunakan drone Shahed rancangan Iran serta rudal jelajah dilaporkan menimbulkan korban luka dan korban jiwa serta merusak infrastruktur sipil.Konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun menunjukkan eskalasi serangan udara dalam beberapa pekan terakhir, sementara upaya perundingan belum menghasilkan kesepakatan gencatan senjata. (red)
Editor/Publish : Antonius Sitanggang
Renungan :
“Ketika kamu sedang berjuang, yang kamu harus tahu bahwa perjuanganmu saat ini akan terbayar suatu saat nanti.”
