Foto : PRO - Ilustrasi
PEDULI RAKYAT ONLINE – DELI SERDANG | Pekerjaan pembangunan drainase di kawasan Jalan Bandar Labuhan, Desa Dagang Kerawan, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menjadi perhatian dan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.
Pasalnya, saat pekerjaan berlangsung, papan informasi atau plank proyek tidak terlihat di lokasi. Kondisi tersebut membuat publik mempertanyakan keterbukaan informasi mengenai pekerjaan pembangunan yang berada di tengah lingkungan masyarakat.
Sejumlah pertanyaan pun muncul:
๐ Siapa pihak yang mengerjakan proyek drainase tersebut?
๐ Dari mana sumber anggaran pembangunan?
๐ Berapa nilai kontrak pekerjaan?
๐ Siapa kontraktor atau pelaksana proyek?
๐ Berapa panjang dan volume pekerjaan?
๐ Kapan proyek tersebut dimulai dan kapan harus selesai?
๐ Mengapa papan informasi proyek tidak terlihat di lokasi?
Simak video ini sampai selesai : INVESTIGASI! Proyek Drainase Jalan Bandar Labuhan Diduga Tanpa Plank, Ada Apa?
Dalam pemberitaan yang beredar, terdapat keterangan dari pekerja bahwa dirinya hanya bekerja di lokasi dan tidak mengetahui persoalan plank proyek. Sementara seorang pekerja yang mengaku sebagai mandor menyebut papan proyek sebelumnya ada namun hilang. Keterangan tersebut tentunya masih perlu diklarifikasi kepada pihak terkait.
Tidak adanya plank proyek tidak serta-merta membuktikan adanya pelanggaran atau proyek fiktif.
Namun, kondisi tersebut menjadi alasan yang wajar bagi masyarakat untuk meminta penjelasan dan transparansi mengenai status, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana, spesifikasi serta waktu pelaksanaan pekerjaan.
Dengan tidak bermaksud untuk menghakimi pihak tertentu dan agar informasi mengenai pembangunan drainase di Jalan Bandar Labuhan, Tanjung Morawa, dapat diketahui secara terbuka oleh masyarakat, instansi terkait dan kontraktor pelaksana didorong untuk memberikan klarifikasi
Sebab, pembangunan yang menggunakan anggaran publik semestinya dapat diawasi bersama.
Publik bertanya: Jika proyeknya jelas, mengapa informasi proyek tidak terlihat di lokasi? (red)

Editor/Publish : Antonius Sitanggang



